Cinta?
Tentu masih ada.
Hanya saja sudah terurai menjadi serpihan-serpihan kecil.
kala itu senja menjadi saksi,
tangis pecah di tengah kelelahan menghapiri jasad ini.
sedang ramai-ramai orang menyudutkan dan mencaci.
di tengah perjuangan menopang diri untuk tetap kukuh berdiri.
Melanjutkan langkah, atau berhenti dengan berat hati.
mengejar keinginan atau mengubur semua mimpi.
Jagalah lisanmu.
Setiap kita tidak pernah tahu hal berat apa yang orang lain sedang hadapi.
Setitik melukai, menciptakan perih yang membekas di memori.
Ia kekal,
bahkan sampai akhir tak kan pernah bisa benar-benar terhapus bersih.
Jangan menyudutkan, berfikir ia tak bisa memaafkan.
Tak bisa melihat titik-titik putih.
INI MANUSIA.
Bisakah menempatkan diri sebelum menghakimi?
memang benar, mungkin hanya yang benar-benar punya hati yang dapat mengerti.
- ANPStory.
Write is another way to convey a lot of things that can not be say through the mouth. Happy Reading for you readers! :D
Kamis, 31 Mei 2018
Cinta Saya Terlalu Besar ???
Assalamu’alaykum Temen-temen...
I miss my blog.
My blog my diary:”
My blog my story wkk
My blog my story wkk
Ini blog emang isinya cerita random. Gak jelas, saya juga gak maksa kamu buat baca hehe.
OKE LANGSUNG AJA CUSSSSS... (bagiygmaubaca)
Kali ini amel mau nulis hmmmmm.
Sebenernya amel udah lama banget mau nulis ini, tapi yaaaaa gituuu, seperti biasa yakannnnn...
tugas kuliah selalu punya seribu satu cara untuk menggagalkan saya menulis. Basi banget alesannya yaaa.. yaudahlah yaudahh sihh hhehe.
tugas kuliah selalu punya seribu satu cara untuk menggagalkan saya menulis. Basi banget alesannya yaaa.. yaudahlah yaudahh sihh hhehe.
Karena diundur terus nulisnya, sekarang amel bingung harus mulai
dari manaaaaa? Wkwk.
Hm. tulis gak ya?
hm.
tulis gak ya hmmm.
hm.
tulis gak ya hmmm.
Bissmillah.
“Mel, kan aku pernah bilang, jangan cinta terlalu besar. Jangan berlebihan,
yang berlebihan itu gak baik. Jadi begini kan akhirnya.” (my bestfriend said)
Degggggggg...
Kata-kata itu ibarat panah menusuk tepat di hati saya.
#Semua berawal pada Desember 2017, Desember menjadi bulan
terhectic bagi saya. So many things that was happen in this month. Banyak hal pula yang harus saya urus, banyak deadline yang menunggu. Mulai dari organisasi,
pekan UAS, amanah di rumah, dan urusan yang lainnya tak bisa saya sebutkan. Tidak jarang saya harus
mengorbankan salah satu hal, demi bisa menjalankan/menghadiri kegiatan yang lain.
Amanah yang berkaitan dengan ortu dan kuliah adalah prioritas tertinggi bagi saya. Boro-boro punya quality time sama diri sendiri, karena diri ini cuma satu:” gak bisa dibagi-bagi.
Andai ada yang jual kekuatan “mendouble” kan diri, saya mau beli rasanya:"
Amanah yang berkaitan dengan ortu dan kuliah adalah prioritas tertinggi bagi saya. Boro-boro punya quality time sama diri sendiri, karena diri ini cuma satu:” gak bisa dibagi-bagi.
Andai ada yang jual kekuatan “mendouble” kan diri, saya mau beli rasanya:"
*apaansiiiimelll-___-
#Pada saat itu awal bulan Desember saya sedikit melakukan perbincangan dengan
keluarga berkaitan dengan impian saya. bukan perbincangan yang serius tapi saya orangnya serius ketika berbicara mengenai masa depan:) jadi ya gitu hehe. Yang mana pada akhirnya, saya amat
sangat "jatuh". Saya harus memplanning ulang semua hal yang berkaitan dengan
impian saya. Bener-bener puter otak untuk memperbaiki semuanya.
Saya harus menguatkan diri saya. Ortu saya mungkin tidak tahu, sebagai anak sulung banyak hal yang saya pikirkan untuk kedepannya, saya tidak ingin salah langkah. Saya tidak ingin menyakiti siapapun karena sebuah keputusan yang saya ambil.
Saya harus menguatkan diri saya. Ortu saya mungkin tidak tahu, sebagai anak sulung banyak hal yang saya pikirkan untuk kedepannya, saya tidak ingin salah langkah. Saya tidak ingin menyakiti siapapun karena sebuah keputusan yang saya ambil.
Singkat cerita...
ketika keadaan psikis saya sedang tak karuan, amanah tidak mengizinkan saya untuk sejenak mengistirahatkan diri.
Hingga suatu hari, hari dimana tak sedikit pun pernah saya harapkan untuk datang di kehidupan saya.
Hingga suatu hari, hari dimana tak sedikit pun pernah saya harapkan untuk datang di kehidupan saya.
KECEWA SAYA HADIR TERLALU BESAR.
luka saya menganga begitu lebar.
Batin saya menangis sangat kencang.
Semua akibat lisan.
Lidah yang tak bertulang itu benar-benar menciptakan perih yang mendalam.
Ketika jiwa saya sedang merapuh, fisik saya sudah hampir runtuh, beberapa orang datang menyakiti melalui lisan.
Batin saya menangis sangat kencang.
Semua akibat lisan.
Lidah yang tak bertulang itu benar-benar menciptakan perih yang mendalam.
Ketika jiwa saya sedang merapuh, fisik saya sudah hampir runtuh, beberapa orang datang menyakiti melalui lisan.
Sungguh!
hati saya patah. Sangat amat patah.
Saya gemetar tidak menyangka. Beberapa orang yang telah saya beri label sebagai pemilik manners yang baik, namun seketika label itu lenyap akibat lisan yang lalai dari penjagaan.
hati saya patah. Sangat amat patah.
Saya gemetar tidak menyangka. Beberapa orang yang telah saya beri label sebagai pemilik manners yang baik, namun seketika label itu lenyap akibat lisan yang lalai dari penjagaan.
Saya tahu pasti banyak yang bertanya-tanya
mengapa saya sekarang seperti ini, mengapa saya sudah jarang terlihat, banyak agenda yang tak lagi saya ikuti.
Sejak Desember saya seakan hilang.
Saya tahu pasti banyak dari kalian yang berpikir A hingga Z tentang
saya, banyak spekulasi yang muncul dari dalam diri kalian akibat apa yang saya
lakukan, karena saya hilang dan tidak memberi penjelasan.
Saya enggan memberikan banyak penjelasan.
PERCUMA ...
Di posisi ini saya pasti yang terlihat salah.
Di posisi ini saya pasti yang terlihat salah.
Karena saya hanya berfokus dengan satu titik noda berwarna hitam tanpa mau melihat
bagian warna yang putih.
Saya dianggap seperti tidak pernah menghadapi hal-hal seperti ini sebelumnya.
Tentu saya pernah, tapi perihnya tidak seNgilu ini.
entah... sorry to say, i dissappointed too much.
Saya dianggap seperti tidak pernah menghadapi hal-hal seperti ini sebelumnya.
Tentu saya pernah, tapi perihnya tidak seNgilu ini.
entah... sorry to say, i dissappointed too much.
Saya egois?
Sekarang saya tanya,
Pernah jatuh cinta?
ketika sedang cinta yang amat sangat cinta
kemudian patah. Mengerti kah rasanya? Mengerti kah sakitnya?
Saya sedang jatuh cinta, cinta saya disana sangat besar. Tidak pernah saya mau beralasan untuk absen di suatu agenda hanya
karena banyak tugas-tugas kuliah yang menanti. Menurut saya itu hanya alasan klise, gak penting. Kita-lah yang harus
pintar manajemen waktu 24 jam yang kita miliki setiap hari. Atur waktu sebaik mungkin.
Apapun saya lakukan sebisa saya, bahkan terkadang mengesampingkan urusan pribadi saya.
Apapun saya lakukan sebisa saya, bahkan terkadang mengesampingkan urusan pribadi saya.
Sayangnya
ketika sedang jatuh cinta...
panah runcing mendadak jatuh menancap kuat tepat di jantung saya.
Terlalu kaget, terlalu sakit, terlalu perih.
Mungkin hanya orang yang benar-benar memiliki "hati" yang dapat mengerti.
Saya terkesan tidak bisa memaafkan?
Benar kan, percuma.
Penjelasan saya itu percuma:)
Karena ini menyangkut hati, sulit, rumit.
Terkadang saya sedih, dan nangis begitu terisak mendengar spekulasi
orang terhadap kemunduran saya di organisasi. Mereka berfikir A B C D hingga Z karena
ketidakaktifan saya sejak Desember itu. Bahkan ada yang bersikap dingin ketika
bertemu/berpapasan, entah apa spekulasi yang ada di dalam pikirannya tentang
saya. Saya semakin down. Saya semakin enggan kembali.
Sudahlah.
Saya hanya perlu waktu.
Waktu yang dapat membantu saya menutup semua kejadian itu.
Mungkin yang baca ini sekarang sudah sedikit mengerti. Pertayaan: kenapa, karena
apa, mengapa, sudah sedikit terjawab oleh saya.
doakan yang terbaik.. terimakasih.
last but not least...
doakan yang terbaik.. terimakasih.
last but not least...
Jangan cinta terlalu besar, terhadap hal apapun di dunia ini. Terhadap
hal apapun.
LITERALLY HAL APAPUN.
Cukup berikan cinta yang besar itu kepada Rabb mu, karena hanya DIA yang tidak akan pernah mengecewakan kamu.
sekian.
wassalamualaykum
see u on my next story!
see u on my next story!
Langganan:
Postingan (Atom)