Minggu, 29 Juli 2018

Impian Kandas? Ditolak PTN/PTS yang di inginkan?? hm -_-


Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh Readers.


Kemarin malam pada ngamatin gerhana bulan terlama abad ini gak??
cantik banget bangettt langitnya...

Micro Blood Mood ditemenin planet merah, disusul juga sama hujan meteor delta aquarid. MashaAllah:” fenomena langit yang gak bisa kita temuin setiap hari ya kannnnn.

Pernah mikir gini gak sih... 
“Itu bulan ko gak jatuh ya?”
“itu matahari jaraknya ke bumi pas yaaa gak terlalu deket gak kejauhan juga” atau pertanyaan yg sedikit ekstrim
“itu Mars, Jupiter, Venus, Saturnus dll buat apa diciptain kalau gak bisa dihuni sama manusia?

Kalau saya sering banget mikir kesana, apalagi ketika saya duduk di bangku awal sekolah menengah pertama. Saat kelas 7 impian saya mantap ingin menjadi seorang Astronot. Setiap hari sepulang sekolah saya mencari-cari informasi di internet tentang Astronomi. Alhamdulillah pada saat itu saya sudah diberikan hp walaupun masih hp yang biasa-biasa saja, tapi cukup untuk mencari tau tentang Astronomi. Setiap ke perpus pun yang saya cari buku-buku yang berkaitan dengan Astronomi, seperti planet-planet, galaksi, meteor dan lain sebagainya. Saya lebih interest dengan buku Astronomi ketimbang buku matematika hahaha. 
*PLIS GAUSA BAWA2 EMTEKAAA 
(#iyaiyaamaap saya sendiri yg ngetik wkwkkrikk)

BACK TO TOPIC...
Pokoknya, sedari SMP kecintaan saya pada dunia Astronomi sangat besar. Sepulang sekolah nyalain laptop baca berjam-jam, banyak hal saya pelajari... sampai-sampai saya mencoba menghafalkan satelit planet Saturnus yg banyak banget itu wkwkw, aneh kah? entah apa maksudnya, saya pun tak mengerti diri saya wkwk. Lalu mencari tau makanan seperti apa yang di makan para Astronot ketika mereka berada di luar angkasa dan lain sebagainya.

Semakin besar rasa cinta saya, semakin banyak pula pertanyaan-pertanyaan dari yang biasa sampai yang tidak biasa muncul di kepala saya. Terkadang saya mudah mendapatkan jawabannya, terkadang saya kepusingan sendiri mencari jawabannya padahal sudah berhari-hari baca beberapa buku yang saya pinjem di perpus, sampai pergi toko buku terdekat demi untuk menjawab pertanyaan yg ada di kepala saya. #iya baca2 doang beli mah engga wkwk.

Semakin dalam saya belajar Astronomi, semakin membuat saya bersyukur dan mengingat sang Maha Kuasa yang punya seluruh Alam Semesta ini. Berapa kali air mata saya jatuh akibat suatu hal yang bikin saya takjub.

Long story short,
Hingga menginjak kelas 1 SMA saya masih tetap dengan impian utama saya yaitu ingin menjadi seseorang yg kerjanya berkaitan dengan dunia Astronomi, yaaaa.. walaupun sudah ada beberapa plan A B C D yang saya buat, akan tetapi impian untuk kuliah Astronomi masih besar, saya pingin banget punya kesempatan untuk pergi ke stasiun luar angkasa, *iya, saya pengen banget sebentar pergi meninggalkan bumi.. mau liat gimana cantiknya bumi dari luar angkasa wkwk apasih mel. 
Bisa kerja di LAPAN atau gak NASA. 
Tinggi banget NASA? Yaa namanya juga impian, setiap orang berhak punya mimpi.

Gapapa, bermimpilah setinggi-tingginya gak ada yang ngelarang ko, paling engga kalau nanti jatuh, kamu bakal jatuh diantara bintang-bintang *ea wkwk.

Ketika peralihan kelas 11 ke kelas 12, saya menghadapi yang namanya perang batin, pikiran sama hati itu gak ada kompak-kompaknya... bener-bener perang.

Iya, pas masa-masa esema itu katanya cita-cita kita udah harus jelas, kita udah harus tau tujuan hidup kita mau kemana. Soalnya kan masa sekolah udah mau berakhir, selanjutnya kita akan menghadapi kehidupan nyata yang sebenarnya, yang mana pilihannya mau masuk ke dunia kerja atau kuliah. So, tujuan hidup kita sudah harus terarah, impian kita mau jadi apa juga sudah harus tau. 
*katanya gitu.. katanya.

Saat itu pikiran saya terus berbicara untuk mengubur impian kuliah Astronomi, sedangkan hati saya berkata untuk terus mengejar impian itu. Sambil berpikir, seiring berjalannya waktu saya menyadari kalau saya lemah di Fisika, juga tidak terlalu suka Matematika hm. Sedangkan 2 hal itu merupakan pondasi penting untuk melanjutkan studi Astronomi. Begitu pula ketika saya iseng bertanya ke orangtua saya boleh atau tidak saya melanjutkan kuliah ke Bandung, yang mana hanya di ITB tempat satu-satunya perguruan tinggi di Asia Tenggara yang memiliki jurusan Astronomi. Jawaban orangtua saya begitu jelas membekas di otak saya, “kuliah gak usah jauh2.. kakak anak perempuan pertama, udah di UIN aja.” Tanpa banyak berkata, saya mengiyakan apa yang orangtua saya katakan.

Yaaaaaaaaa... saat itu impian saya benar-benar KANDASSSSS!

Saya hanya berpikir kalau ridho orangtua jauh lebih penting untuk saya, karena ridho Allah kan tergantung dari ridho orangtua. Yasudah, berakhir semua impian yang  berkaitan dengan Astronomi, akan tetapi sampai detik ini ketika saya sudah kuliah di jurusan yang jauh berbeda dengan Astronomi, saya tetap mencintai dunia Astronomi. Begitu juga kecintaan saya pada jurusan saya saat ini, seiring berjalannya waktu saya paham kenapa Allah memberikan saya skenario hidup seperti ini.

Mengubur impian bukan berarti harus semuanya dikubur. Iya, mungkin memang impian kamu tidak terwujud, akan tetapi ilmu yang selama bertahun-tahun kamu kumpulkan tidak akan pernah sia-sia untuk hidupmu.

Banyak pengalaman yang kamu dapatkan, banyak ilmu-ilmu yang kamu kumpulkan. Masih inget pengamatan jam 3 pagi gelar karpet cuma ditemenin teh sama biskuit sambil nunggu hujan meteor? Padahal besok paginya harus sekolah wkk. Masih inget first time gak sengaja liat bintang jatuh? Masih inget subuh-subuh duduk sendirian keluar cuma buat memandang 3 planet berjajar di langit? Semua pengalaman-pengalaman itu tidak akan pernah bisa digantikan, semuanya menjadi kenangan manis yang kalau diinget bikin senyum-senyum sendiri wk.

So, buat temen-temen semua, adik-adik, yang lagi sedih, kecewa, galau memikirkan kedepannya mau gimana, yang terpaksa mengubur mimpi, yang kecewa gak diterima di PTN/PTS yang diinginkan...

Don’t Worry! Everything shall past.

Masih banyak jalan, masih banyak cara... untuk suskes.

Kadang apa yang menurut kamu baik belum tentu baik buat kamu, begitu pun sebaliknya. 

Percayalah, Allah Know u more than u know yourself. Kamu emang mengerti diri kamu, tapi Allah yang lebih tau tentang kamu. 

Pahit memang, tapi pasti banyak pelajaran hidup yang kamu dapet. Sekarang mungkin kamu belum bisa nerima kenyatan pahit itu, tapi in shaa Allah suatu saat kamu mengerti gimana sayangnya Allah ke kamu hehe.


Mimpi mu kandas?? ditolak PTN/PTS yang kamu inginkan itu bukan akhir dari segalanya. Itu Adalah awal untuk kamu melangkah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang lebih siap lagi, yang lebih kuat lagi. Allah sudah menyiapkan kado terindah untukmu, pasti.

jangan lupa ketika kamu mengejar impian... utamakan ridho orangtua:) 
Semangat terusss guysssss! Kalian hebat.

Wassalamu'alaykum warahmatullah Wabarakatuh
Makasih buat temen-temen yang udah baca.
See u guys next time!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar