Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh Readers ...
YaAllah...
Amel udah gregetannn banget bangettt ini.
Itu....
pedagang sih begituuu...bikin kesel.
HELOOOOOO emang anda siapa? Anak presiden? Keturunan konglomerat??
ahli waris Chanel??? Pantes emang pedagang tapi ngelayaninnya dengan jutek
begitu? Mending gak usah dagang dehhh kaga usah.
seriusan gak banget kalau caranya seperti itu, belajar dulu aja gih CARA Service ke customer itu seperti apa, belajar
dulu sana mending elah!
Coba liat perusahan-perusahan besar yang udah sukses pake bangettt seperti Channel, Gucci, LV, okee gak usah yang jauh-jauh dehh, coba
liat pelayanan di Matahari Departmen Store gimana? Gimana cara mereka melayani
customernya? Masuk toko disambut... senyum, berbicara sangat ramah, melayani
dengan sabar dan baik. Liat dah sana, pergi piknik makanya sekali-kali, jangan
dagang mulu... heran.
Kalau sama uang aja nomor satu, tapi giliran pelayanan ke customer?? RENDAHHH banget.
Jujur saya nulis ini karena sudah sangat greget dan kesel sekesel
keselnya sama pedagang yang model begini, bukan satu atau dua pedagang saja,
tapi banyakkk. Enggak toko offline ataupun online banyak yang etika service ke
customernya itu bener-bener gak banget. Mikirnya cuma mau jualan, yang penting barang gue kejual urusan pelayanan ke customer belakangan.
Dan saya juga mengerti pasti masih
banyak pedagang yang melayani customernya itu bagus dan sangat memuaskan. Semoga dari tulisan ini bisa memberikan manfaat
untuk temen-temen yang sedang mau atau sudah memulai merintis sebuah usaha.
Semangat terusss.
#Saya lahir dari kedua orangtua yang belasan tahun bekerja dan berpengalaman di bidang fashion, saya memiliki dua toko fashion wanita
di salah satu mall di Serpong, saya memiliki satu online shop fashion
muslimah yang benar-benar saya urus sendiri dari nol, saya mulai berdagang
pertama kali itu kelas 1 SMA yang mana harus setiap hari pagi-pagi buta saya ambil
puluhan roti untuk saya bawa dan saya jual kepada teman-teman saya di sekolah.
Saya berbicara ini bukan ingin show off atau apa, GAK SAMA SEKALI.
Saya cuma udah
kesel dan mau menumpahkannya disini. Blog ini memang berisi cerita random
pribadi saya, untuk sekalian sharing ke temen-temen semua.
Kedua orangtua saya selalu mengajarkan saya untuk berbicara se-ramah
mungkin dan tersenyum ketika melayani customer, hal tersbut adalah point No.1 ketika
anda memutuskan diri anda untuk membuka sebuah usaha jual beli baik
offline/online. Dalam etika dagang, gak ada yang namanya seorang owner/spg toko
melayani customernya dengan muka jutek atau bahkan seringnya yang kita temui
adalah seakanakan GAK NIAT untuk melayani customernya sendiri.
Toko dengan
cara service seperti itu saya jamin gak akan bertahan lama. Persaingan di dunia
bisnis itu berat, persaingan di dunia bisnis itu sengit, jika anda baru mulai membuka
usaha, apapun itu baik di bidang fashion, makanan, atau yang lainnya. Baru
memiliki sebuah toko kecil lalu anda melayani customer dengan cara seperti itu...
Customer anda pasti akan pergi. KABURRR.
Mereka muak dengan cara anda
melayaninya seperti itu.
Seharusnya sedari awal anda bisa mengambil hati customer anda, buat
ia senyaman mungkin belanja di toko anda, jika anda dapat melayaninya dengan
baik, sekitar 80 persen sudah anda pegang kalau customer itu pasti akan balik/beli
lagi di toko anda. Karena apa? karena dia mendapatkan kenyamanan ketika belanja
di toko anda.
Begini, coba anda pikirkan untuk bertukar posisi. Ketika anda yang
berada di posisi sebagai pembeli? pasti anda ingin dilayani dengan baik dan
ramah oleh pedagangnya kannnn???? pasti.
So, ketika anda berada di
posisi sebagai pedagang coba dong tolong anda melayani customer anda pake hati,
pake otak, pake senyum dan kata-kata yang enak didengar, baik toko offline atau
pun online.
Bagaimanapun juga customer itu adalah Raja, perlakukanlah ia
sebagaimana seorang Raja. Emangnya ada permaisuri Raja yang ngelayanin Raja
dengan masang muka jutek? Dengan masang muka sinis? Males-malesan
ngelayaninnya? MANA ADAAAAA, gak ada.
So please, Customer
itu yang paling utama ketika mereka memasuki sebuah toko ataupun membeli barang
secara online yang mereka butuhkan paling pertama adalah KENYAMANAN. Urusan
kualitas barang yang anda jual bisa di no berikutnya, akan tetapi kenyamanan
itu adalah sebuah kesan awal yang harus mereka dapatkan dan membekas di hati
mereka. Jika anda sebagai pedagang bisa memberi yang namanya “kenyamanan” maka paling
tidak anda bisa memegang kendali atas customer itu. dan customer itu puas.
Ketika kita sebagai owner
sudah melayani customer kita dengan baik dan ramah, tapi masih ada aja customer
yang nyebelin. Manusia memang banyak macamnya, berbeda-beda karakteristik dan
sifatnya.
Pesen saya untuk para customer...
Ketika sebuah toko sudah melayani anda dengan sangat baik dan
memperlakukan anda sebagaimana seorang Raja, yang mana selalu anda
teriak-teriakan sebuah kalimat mainstream “Pembeli adalah Raja”, maka tolonglah
anda posisikan diri anda pula sebagaimana seorang Raja berperilaku. Jika anda Raja,
tentu anda tidak miskin. So, ketika anda ingin membeli suatu barang
beretika-lah pada saat part tawar-menawar. Anda adalah raja, MASA seorang raja
menawar harga suatu barang dengan sangat rendah?? Turun jauh banget dari harga jual awal? Kalau anda ingin diperlakukan sebagai Raja
bersikaplah layaknya seorang raja bersikap.
Jadilah customer yang pinter, ketika harganya sudah tidak bisa
ditawar yang jangan maksa minta dikurangin. Ketika harganya bisa ditawar yaa
nawarnya pake otak. Liat dulu kualitas barangnya seperti apa, harga gak
ngebohongin kualitas ko. Coba rasain beli sepatu Fila yang ori sama yang kw
enakan mana pas dipake? Pasti ori. Gausah ngelak deh.
Sudah sekitar 6 tahun saya terjun di dunia usaha, tentu pahit manisnya
pernah saya alami. Dari yang dagangan saya tidak habis dan tidak mungkin juga
saya kembalikan ke tokonya lagi. Mencari sekedar uang 500 rupiah itu beneran gak
mudah, saya gak pernah disuruh orangtua saya untuk berjualan ketika saya masih
sekolah dulu GAK PERNAH. saya berjualan hanya karena kemauan saya sendiri.
Dalam benak saya, saya cuma ingin punya uang jajan sendiri.
Saya ingin mengumpulkan uang untuk saya pergi main dan membeli barang-barang
yang saya inginkan. Karena saya itu anaknya suka jalan jalan wkkw mengexplore tempat-tempat
baru. Saya pikir yaa kenapa gak mencoba
untuk berjualan, awal-awalnya saya takut dan gak pede buat jualan, tapi
ilmu yang sudah ortu saya bagi alhamdulillah membuat saya berkeyakinan untuk
terus melanjutkan. Minggu pertama rame, next week mulai berkurang. Tapi ya
seperti itu orang dagang, ada pasang surutnya, dan pasti ada isak tangis juga. Ketika
saya rugi, saya cuma berfikir yaudah ini pengalaman dagang. Pengalaman itu gak
akan kita dapetkan kalau kitanya gak bertindak. Dan pengalaman emang
bener-bener guru terbaik di dunia ini.
Jika anda benar-benar berniat menjadi seorang pengusaha, mental cengeng
anda harus dibuang jauh-jauh. Jalan seorang pengusaha sukses itu gak seperti
jalan tol yang gak ada hambatannya. Orang-orang sukses di muka bumi ini tentu
pernah mengalami masa-masa sulit. Banyak dari mereka yang dalam meraih
kesuksesannya dengan penuh luka dan air mata. Tapi mereka tidak menyerah dengan
keadaan, ketika sudah mencapai titik hampir failed pun mereka tetap melanjutkan.
Rugi yang bukan lagi seratus dua ratus ribu, tapi bisa jutaan, bahkan ratusan
juta atau milyaran. Seorang pengusaha harus siap harus tegar. Setiap tindakan
dan keputusan yang diambil pasti memiliki resiko besar. Jika benar anda memiliki
mental seperti itu teruslah semangat, yakinlah usaha anda pasti dapat
berkembang pesat kedepannya dan jangan lupa untuk senantiasa berdoa pada yang
kuasa. Usaha dan doa yang kuat itu yang akan mengantarkan anda untuk sukses. In
shaa Allah, aamiin. Semangatttt.
*jangan lupa belajar cara beretika dalam melayani customer!
*jangan jadi pedangan jutek!
Sekian.
Terimakasih buat temen-temen yang sudah mau baca hehe.
See u on my next story.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar